Mencintai Malaikat Maut

Bilamana sang peri
menginginkan malaikat maut
Maka ia titipkan paru-paru, jantung, nadi dan darah
dalam saku kematian

Ia bukan jahanam yang menunggu dibinasakan
Bukan pula pembunuh yang telah tiba gilirannya
Bukan...
Bukan karma

Namun dalam setiap aliran nafasnya tertanam kasih yang utuh
Penuh sungguh
Penuh seluruh

Ia hanyalah insan yang tak sengaja
Menyenggol pecah rahasia sang pencabut nyawa
Bahwa ketika kau hempaskan dirimu pada sayap-sayap hitam itu, kau temukan kelembutan
Dalam sorotan kelam mata kelabu
Tersimpan segudang syahdu

Dan kematian pun tak sanggup merenggut nyawanya
Kematian pun tak sanggup merenggut nyawanya...


(oleh Zivana Sabili)

0 comments:

Post a Comment